Muhammad Imam Abiy

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Petualangan Sofia 4

Petualangan Sofia 4

Dan ternyata itu dompet . Saat dia membukanya ternyata didalamnya ada banyak uang. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan uang itu untuk kebutuhan teman-temannya. Uang itu Sofia belikan makanan, baju. Melihat teman-temannya bahagia, Sofiaberfikir bagaimana cara mendapatkan uang banyak.

Keesokan harinya sepulang sekolah, Sofia melihat seorang bapak sedang berbelanja makanan. Tanpa sengaja terlihat oleh Sofia isi dompet bapak itu. Ketika bapak itu membereskan belanjanya, Sofia diam-diam mengambil dompet bapak itu dan berlari secepat mungkin.

Setelah merasa aman, Sofia berhenti berlari.

“huh huh huh, aduh capeknya,” kata Sofia sambil membuka dompet itu. Sofia mengambil uangnya dan membuang dompetnya. Lalu Sofia kembali ke panti asuhan dan menyimpan uang tersebut di lemari. Namun Sofia khawatir uang tersebut ditemkan oleh temannya. Akhirnya Sofia mendapatkan ide untuk menyimpan uang tersebut di lubang yang ia temukan di belakang lemari.

Beberapa hari kemudian Sofia berjalan-jalan dengan tujuan mencopet. Dia melihat seorang seorang ibu berpakaian mewah dengan memakai banyak perhiasan. Sofia mendekati ibu itu perlahan-lahan lalu mengambil dompetnya dan berjalan menjauhi ibu tersebut. Tidak lama kemudian ibu itu berteriak

“tolong……!” kata ibu tersebut “copet, copet, copet!” teriak ibu itu.

MEndengar teriakan ibu itu orang-orang disekitarnya mencari pencopetnya. Mendengar teriakan ibu itu Sofia berlari secepatnya menuju panti. Sesampainya di panti,

“Aduh hamper saja aku ketahuan dan tertangkap,” gumam Sofia.

“Kamu kenapa Sofia?” Tanya Erika

“Aku tidak apa-apa, tadi ada pencopet .” Jawab Sofia.

Setelah itu sofia menyembunyikan uang hasil copetannya. Pada hari Minggu Sofia mengeluarkanuang hasil copetanya dan berbelanja untuk teman-temannya. Sofia akhirnya menyukai mencopet karena dia bisa menghasilkan uang dengan cepat dan membeli berbagai keperluan.

Hingga suatu hari…..

Sofia berjalan di sebuah mall, dia melihat banyak orang dengan berbagai macam gaya. Dilantai satu Sofia mencoba seorang bapak yang sedang berbelanja di keramaian karena ada diskon. Sofia berhasil mencopetnya dan membuang dompetnya ke tempat sampah di kamar mandi.

Dari Mall menuju panti asuhan Sofia menaiki bis. BIs itu penuh penumpang dan berdesakan. Sofia berdiri diblakang seorang ibu dengan tas yag besar, namun terbuka. Sofiapun mencoba mengintip isi tas ibu itu. Dan terlihatkan sebuah dompet.

Sofia mencoba untuk mencopet ibu itu, namun gerak-gerik Sofia diperhatikan oleh seseorang di dalam bis itu juga. KEtika Sofia mengambil dompet itu, tiba-tiba seorang bapak-bapak memegang tangan Sofia dan….

“pencopeeeeeeeeeeet!” teriak bapak itu.

“Saya enggak mau mencopet, pak!” kata Sofia

“Saya lihat kamu mau mengambil dompet istri saya!” kata bapak itu sambil berteriak ke Sofia

Ibu itu menoleh dan melihat Sofia. Setelah melihat Sofia, ibu itu berkata,” Sofia?”

“Ibu siapa, kok tau nama saya?” Tanya Sofia

“Ini ibu nak, apakah kamu lupa?” Tanya ibu itu.

Sofiapun melihat ibu itu dan bapak yang meneriakinya. Kemudian Sofia menangis karena yang akan dia copet adalah ayah dan ibunya. Sofia merasa menyesal sekaligus bebahagia. Sofiapun mengajak ayah dan ibuny ke panti untuk mempertemukan dengan kakek Mahmud.

Sesampainya di panti Sofia menceritakan seluruh pengalamannya selama terpisah dari ayah dan ibunya. Setelah itu orang tua Sofia meminta izin ke kakek Mahmud untuk membawa Sofia kembali bersama mereka.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Lanjut yee

26 Dec
Balas

Bagus ya

25 Dec
Balas

Terimakasih

25 Dec

Bergabung bersama komunitas Siswa Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali